Kamis, 16 Juni 2016

Ragam Budaya dan Ciri Khas Daerahku Lombok, Nusta Tenggara Barat

Assalamualaikum Wr. Wb
Pulau Lombok

Pulau Lombok

Pulau Lombok adalah sebuah pulau di kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara yang terpisahkan oleh Selat Lombok dari Bali di sebelah barat dan Selat Alas di sebelah timur dari Sumbawa. Selain akan pesona pantai yang dimiliki, Pulau Lombok juga kaya akan ragam kebudayaan dan memiliki ciri khas tersendiri. Seperti contohnya keseniaan khas Lombok, yaitu Gendang Beleq.
Sumber
gendang baleq
Menurut cerita, gendang beleq dimainkan pada saat pesta kerajaan, dan sebagi komandan dalam peperangan. Dan saat ini gendang beleq digunakan pada saat pesta-pesta perkawinan dan untuk menyambut tamu yang datang ke Lombok. Disebut Gendang Beleq karena salah satu alatnya adalah gendang beleq atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan gendang besar. (1) Gendang Beleq terdiri atas dua buah gendang beleq yang disebut gendang mame atau dalam bahasa Indonesianya adalah laki-laki dan gendang nine yang dalam bahsa Indonesianya disebut permpuan. Gendang mame dan gendang nine berfungsi sebagai pembawa dinamika. (2) Gendang kodeq atau disebut gendang kecil, (3) Dua buah reog berfungsi sebagai pembawa melodi, (3) Perembak beleq yang berfungsi sebagai alat ritmis, (4) Delapan buah perembak kodeq berfungsi sebagai alat ritmis.
Sumber
Selain Kesenian Gendang Beleq di Lombok juga ada tradisi Bau Nyale.
bau nyale2 bau-nyale-2
Bau Nyale adalah sebuah peristiwa  yang melegenda bagi suku Sasak. Yang berkisah seorang Putri Mandalika yang sangat cantik, karena kecantikannya itu para Putra Raja, memperebutkan untuk dijadikan istri. Jika salah satu Putra raja ditolak maka akan menimbulkan peperangan. Sang Putri Mandalikanpun mengambil keputusan pada tanggal  menceburkan diri ke laut lepas. Hal ini dilakukan agar mencegah terjadinya peperangan. Dan hingga saat ini masyarakat Lombok percaya bahwa Nyale adalah jelmaan dari Putri Mandalika. Nyale adalah sejenis binatang laut berupa cacing dan mempunyai warna-warna yang indah. Bau Nyale diadakan setahun sekali. Masyarakat menggunakan Nyale ini untuk dimakan, Nyale ini memiliki rasa yang enak. Selain untuk dimakan Nyale digunakan untuk kesuburan padi para petani.
Sumber
Pelesehan-Dusun-Sade-Lombok
Selain tradisi Bau Nyale di Lombok juga ada tradisi untuk memanggil hujan, yaitu Periseian. Periseian merupakan kesenian bela diri pada jaman kerajaan-kerajaan di Lombok. Dan saat ini Periseian digunakan untuk memanggil hujan saat musim kemarau tiba. Senjata yang dipakai berupa sebilah rotan dengan lapisan aspal dan pecahan kaca yang dihaluskan, sedangkan perisai terbuat dari kulit lembu atau kerbau. Pertandingan akan dihentikan jika salah satu pepadu mengeluarkan darah atau dihentikan oleh juri. Festival Periseian diadakan setiap tahun di Kabupaten Lombok Timur dan diikuti oleh pepadu sepulau Lombok.
Sumber
Lombok juga mempunyaik kuliner khas seperti pelecing kangkung.
pleciong
Pelecing kangkung terdiri dari kangkung yang direbus ditambah sambal tomat yang pedas. Selain itu kangkung yang beara di pulau Lombok berbeda dengan kangkung yang berada di pulau Jawa, hal ini membuat pelecing kangkung terasa nikmat.  Pelecing kangkung  juga ditambahkan tauge, kacang goreng dan serbuk. Serbuk ini sendiri terbuat dari parutan kelapa yang sudah di bakar dan diberikan bumbu.
Sumber
131211sate-lombok
Selain pelecing kangkung ada juga sate bulayak. Sate bulayak adalah sate dari daging sapi atau ayam ditambah dengan sejenis lontong yang dibungkus dengan daun aren berbentuk memanjang seperti spiral, sehingga apabila ingin membukanya harus dengan gerakan memutar. Dan disiram bumbu khas Sasak. Sate Bulayak ini banyak ditemui di beberapa objek wisata di pulau Lombok.
Sumber
jaje_tunjak_lapispoteng
Tak hanya itu kuliner khas Lombok ada juga poteng Jaje Tujak dan Iwel. Poteng jaje tujak dan iwel adalah makanan khas Lombok saat lebaran. Poteng jaje tujak ini terdiri  dari 2 makanan yakni poteng atau tapai dan jaje tujak atau ketan. Sementara itu iwel adalah kue berbahan baku ketan hitam yang biasanya disajikan saat upacara tradisi masyarakat setempat. Makanani ini merupakan makanan penutup bagi masyarakat Lombok saat lebaran.
Sumber
Kain Tenun Songket Sukerare Lombok lambung
Lombok juga memiliki pakaian tradisional yang disebut Lambung. Pakaian ini digunakan oleh kaum wanita yang memiliki warna hitam polos dan bagian lehernya berbentuk segitiga.. Konon, baju ini disebut baju lambung karena bagian bawahnya hanya sampai lambung atau perut. Ketika mengenakan baju lambung biasanya memasangkannya dengan selendang yang disampirkan di pundak. Setelah itu dibagian pinggang, mereka lilitkan kain yang disebut sabuk anteng. Selendang dan sabuk antengnya bercorak garis-garis dengan aneka warna. Untuk bawahannya mereka mengenakan kain tenun khas Sasak. Kain tenun ini anda bisa dapatkan di Desa Sukarara Lombok karena desa ini adalah penghasil kain tenun khas Lombok.
Sumber
Wassalamualaikum Wr. Wb

Minggu, 07 April 2013

Museum NTB


Museum NTB

   
    Traveled to Lombok is not just only about the natural scenery, but visitors also can visit places like the museum history. Museum NTB it is located in street panjitilar Ampenan,Mataram NTB. The Architecture of this building is typical Sasak House.
     NTB state museum was built in 1976 and completed in 1981. NTB state museum has lots of collection of ancient objects like a collection of biology, geology, archaeology, history, ceramics, etc. The museum has 14 rooms.

    NTB state museum has lots of collection of ancient objects such as

     
     Before entering the main showroom, visitors will first be greeted by a glass box contains estuarine crocodiles that have been preserved. This large crocodile measuring 4.1 meters long by 1.2 meters wide and about 0.6 meters high. This crocodile comes from the waters of the River Amala, District Woja Dompu, Sumbawa.

      


    Original place in Lombok. It is used to comfort the circumcised sasak boys who also called “Praje Sunat”. The “Praje Sunat” are seated on “Jaran Kamput” like horsemen and couple of people carried them in a parade around village.




    Because of the people’s limited and lack of strength to carry loads from one place to another, they have an idea to facilitate the transportation needs by making use of animals such as buffalo, cow, and horse. Horse transportation are called Cidomo in Lombok and Benhur in Bima

    Animal hunting such as bird, deer, wild chicken, and other as well as the exploitation for forest products in know by the people od west Nusa Tenggara since the prehistoric age.

    Before the industrial products into west Nusa Tenggara, the largest part of the household tools were locally made from terra cotta, wood, and empty coconut shells. The most important household tools, which are made of terra cotta, haven’t only used as a housekeeping purpose, but also has magical meanings.

    The bounds of the mankind in front of nature and universe mysticism drove them to find a force which could help them in solving their problems. Therefore they relied on many kinds of amulets, usually to tell fortunes, being given, invulnerability, unharmed from possible dangers etc .
Museum NTB the main construction of this museum devoted to stray objects artifacts Lombok ancient times. If you are curious to know the heritage of historic objects Lombok island you can visited Museum NTB.

Selasa, 19 Maret 2013

Pegadaian


Lembaga Keuangan Bukan Bank

Perekonomian Indonesia tidak hanya di topang oleh peran Bank sebagai lembaga keuangan. Masih ada peran dari lembaga keuangan lainnya, yang tidak kalah penting untuk perekonomian di negeri ini. Mungkin beberapa dari anda hanya mengetahui bank sebagai salah satu penyumbang peran terpenting dalam perekonomian Indonesia. Tapi sebenarnya masih ada peran dari lembaga keuangan lain selain Bank yang cukup berperan, salah satunya adalah Pegadaian. Seperti apa lembaga keuangan yang disebut Pegadaian ? 

Bagaimana Pegadaian Terbentuk ?

Pegadaian, pada awalnya didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 1 April 1901 di kota Sukabumi dengan status Jawatan. Saat ini Pegadaian adalah salah satu BUMN di Indonesia. Status Pegadaian sempat berubah-ubah, seperti pada tahun 1961 status Pegadaian diubah menjadi Perusahaan Negara (PN) dan berubah kembali menjadi Perusahaan Jawatan pada tahun 1969. Dan pada akhirnya, pada tanggal 10 April 1990 status Pegadaian berubah kembali menjadi Perusahaan Umum (Perum).

Tahukah anda bahwa Pegadaian adalah salah satu "penyelamat" perekonomian Indonesia yang porak poranda akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan 1997-1998. Krisis ekonomi yang berkepanjangan telah mengakibatkan terjadinya kontraksi perekonomian dan mendorong peningkatan jumlah penduduk miskin. Peningkatan penduduk miskin saat itu, diakibatkan oleh meningkatnya jumlah pengangguran yang mencapai 13,8 juta orang. Saat itu salah satu tindakan pemeintah adalah penyehatan perekonomian nasional dengan pengembangan usaha kecil, menengah dan koperasi. Program yang dibuat oleh pemerintah saat itu adalah program Jaringan Pengaman Sosial (JPS) untuk memberdayakan masyarakat. Saat itu lah, peran Pegadaian sangat dibutuhkan. Karena Perbankan yang selama ini menopang roda perekonomian, telah terkena imbas krisis lebih awal. Pegadaian berperan dalam memberikan pembiayaan khususnya usaha kecil dalam masa krisis. Peran tersebut sesuai dengan tujuan Pegadaian yang tidak hanya semata-mata mencari keuntungan, tetapi juga sebagai penunjang kebijakan dan program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional melalui penyaluran pinjaman atas dasar hukum gadai.

Apa Saja Produk dari Pegadaian ?

  1. Jasa gadai, merupakan jasa utama Pegadaian yaitu memberikan pinjaman kepada masyarakat berdasarkan hukum gadai.
  2. Jasa titipan, tujuan produk ini adalah memberikan rasa aman kepada masyarakat atas barang-barang yang dimilikinya apabila akan bepergian dalam jangka waktu yang cukup lama.
  3. Jasa taksiran, jasa ini bertujuan untk memberikan keyakinan kpada masyarakat atas kualitas barang-barang perhiasan miliknya.
  4. Galeri 24, produk ini merupakan toko emas Pegadaian yang menjamin kualitas emas/perhiasan yang dijual oleh Pegadaian.
Sasaran dari produk-produk Pegadaian adalah seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan dana-dana jangka pendek.
Referensi : Wibowo, Satrio dan Gunawan. 1999. Kegiatan Usaha Perum Pegadaian dan Peranannya dalam Mendukung Pemberdayaan Ekonomi Rakyat ; Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, Maret.


Kamis, 28 Februari 2013

Lyrics of I Got a Boy – Girls Generation
Ayo! GG! Yeah Yeah sijaghae bolkka?
eomeo! yae jom bwara yae,
museun iri isseot gillae
meoril jallatdae? eung?
eomeo! tto yae jom borago! meori buteo
balkkeut kkaji seutairi bakkwieosseo
wae geuraetdae? gung geumhae juggetne
wae geuraetdae? marhae bwabwa jom
Ha Ha! Let me introduce myself!
Here comes trouble! ttara hae!
o oo ye o. oo ye o
neo jalnasseo jeongmal!
jiga mwonde? utgyeo.
neomu kotdae sen geo ani?
nabogo pyeong beomha danda yae
eo~~geu namja wanjeon
mame deureotna bwa!
maldo andwae! maldo andwae!
neomu yeppeojigo segsihae jyeosseo
geu namja ttaemuniji?
mureobol ppeon haetda nikka?
neo bakkun hwajang pumi mwonji
sasil na, cheoeum bwasseo
sangcheo ibeun yasu gateun gipeun nun
yaegiman haedo eojil haetda nikka?
neo jalnasseo jeongmal!
jalnasseo jeongmal!
o oo ye o. oo ye o
neo jalnatda jeongmal!
o oo ye o. oo ye o
neo jalnasseo jeongmal!
Ayo! Stop! Let me put it down another way.
I got a boy meotjin!
I got a boy chaghan!
I got a boy handsome boy
nae mam da gajyeogan
I got a boy meotjin!
I got a boy chaghan!
I got a boy awesome boy
wanjeon banhaetna bwa
a nae wangjanim! eonje i momeul
guhareo wa jusil tengayo?
hayan kkum cheoreom nal pume ana
ollyeo naraga jusi getjyo?
na, kkamjjag! menbungiya! geu sarameun
nae min nachi gung geum hadae. wanjeon
mame deureo mot igin cheog
boyeo jwodo gwaenchan heulkka?
ou! jeoldaero andoeji! geuchi? geuchi?
uri, jikil geon jikija! matji! matji!
geuui mameul modu gajil ttaekkaji
igeon jeoldaero ijeo beoriji mallago!
o oo ye o. oo ye o
bameul saedo mojara da da
o oo ye o. oo ye o
uri choego gwansimsa da da
nae mal deureobwa geu ai neone alji?
jom eorijiman sogeun kkwag chasseo
eotteol ttaen oppa cheoreom deumjig hajiman,
aegyoreul buril ttaen neomu yeppeo juggesseo
o oo ye o. oo ye o
neo michyeosseo, michyeosseo
o oo ye o. oo ye o
neo michyeosseo, michyeosseo
nan jeongmal hwaga na juggesseo
nae namjan nal yeojaro anboneun geol
magyeonhal ttaen eotteog hamyeon
naega johgetni? jilturado nage haebolkka?
sogsanghae! eotteoghae! na?
maldo an dwae! maldo an dwae!
Don’t stop! Let’s bring it back to 140
I got a boy meotjin!
I got a boy chaghan!
I got a boy handsome boy
nae mam da gajyeogan
I got a boy meotjin!
I got a boy chaghan!
I got a boy awesome boy
wanjeon banhaetna bwa
eonjena nae gyeoten
nae pyeoni dwae jugo
gwi giuryeo juneun neo—- neo—-
nan idaero jigeum haengboghae
jal doel geonikka
I got a boy meotjin!
I got a boy chaghan!
I got a boy handsome boy
nae mam da gajyeogan
I got a boy meotjin!
I got a boy chaghan!
I got a boy awesome boy
wanjeon banhaetna bwa
I got a boy meotjin!


Listen to Songs: http://videokeman.com/girls-generation/i-got-a-boy-girls-generation/#ixzz2MFbP21oG