Assalamualaikum Wr. Wb
Pulau Lombok
Pulau Lombok adalah sebuah pulau di kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara yang terpisahkan oleh Selat Lombok dari Bali di sebelah barat dan Selat Alas di sebelah timur dari Sumbawa. Selain akan pesona pantai yang dimiliki, Pulau Lombok juga kaya akan ragam kebudayaan dan memiliki ciri khas tersendiri. Seperti contohnya keseniaan khas Lombok, yaitu Gendang Beleq.
Sumber
Menurut cerita, gendang beleq dimainkan pada saat pesta kerajaan, dan sebagi komandan dalam peperangan. Dan saat ini gendang beleq digunakan pada saat pesta-pesta perkawinan dan untuk menyambut tamu yang datang ke Lombok. Disebut Gendang Beleq karena salah satu alatnya adalah gendang beleq atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan gendang besar. (1) Gendang Beleq terdiri atas dua buah gendang beleq yang disebut gendang mame atau dalam bahasa Indonesianya adalah laki-laki dan gendang nine yang dalam bahsa Indonesianya disebut permpuan. Gendang mame dan gendang nine berfungsi sebagai pembawa dinamika. (2) Gendang kodeq atau disebut gendang kecil, (3) Dua buah reog berfungsi sebagai pembawa melodi, (3) Perembak beleq yang berfungsi sebagai alat ritmis, (4) Delapan buah perembak kodeq berfungsi sebagai alat ritmis.
Sumber
Selain Kesenian Gendang Beleq di Lombok juga ada tradisi Bau Nyale.
Bau Nyale adalah sebuah peristiwa yang melegenda bagi suku Sasak. Yang berkisah seorang Putri Mandalika yang sangat cantik, karena kecantikannya itu para Putra Raja, memperebutkan untuk dijadikan istri. Jika salah satu Putra raja ditolak maka akan menimbulkan peperangan. Sang Putri Mandalikanpun mengambil keputusan pada tanggal menceburkan diri ke laut lepas. Hal ini dilakukan agar mencegah terjadinya peperangan. Dan hingga saat ini masyarakat Lombok percaya bahwa Nyale adalah jelmaan dari Putri Mandalika. Nyale adalah sejenis binatang laut berupa cacing dan mempunyai warna-warna yang indah. Bau Nyale diadakan setahun sekali. Masyarakat menggunakan Nyale ini untuk dimakan, Nyale ini memiliki rasa yang enak. Selain untuk dimakan Nyale digunakan untuk kesuburan padi para petani.
Sumber
Selain tradisi Bau Nyale di Lombok juga ada tradisi untuk memanggil hujan, yaitu Periseian. Periseian merupakan kesenian bela diri pada jaman kerajaan-kerajaan di Lombok. Dan saat ini Periseian digunakan untuk memanggil hujan saat musim kemarau tiba. Senjata yang dipakai berupa sebilah rotan dengan lapisan aspal dan pecahan kaca yang dihaluskan, sedangkan perisai terbuat dari kulit lembu atau kerbau. Pertandingan akan dihentikan jika salah satu pepadu mengeluarkan darah atau dihentikan oleh juri. Festival Periseian diadakan setiap tahun di Kabupaten Lombok Timur dan diikuti oleh pepadu sepulau Lombok.
Sumber
Lombok juga mempunyaik kuliner khas seperti pelecing kangkung.
Pelecing kangkung terdiri dari kangkung yang direbus ditambah sambal tomat yang pedas. Selain itu kangkung yang beara di pulau Lombok berbeda dengan kangkung yang berada di pulau Jawa, hal ini membuat pelecing kangkung terasa nikmat. Pelecing kangkung juga ditambahkan tauge, kacang goreng dan serbuk. Serbuk ini sendiri terbuat dari parutan kelapa yang sudah di bakar dan diberikan bumbu.
Sumber
Selain pelecing kangkung ada juga sate bulayak. Sate bulayak adalah sate dari daging sapi atau ayam ditambah dengan sejenis lontong yang dibungkus dengan daun aren berbentuk memanjang seperti spiral, sehingga apabila ingin membukanya harus dengan gerakan memutar. Dan disiram bumbu khas Sasak. Sate Bulayak ini banyak ditemui di beberapa objek wisata di pulau Lombok.
Sumber
Tak hanya itu kuliner khas Lombok ada juga poteng Jaje Tujak dan Iwel. Poteng jaje tujak dan iwel adalah makanan khas Lombok saat lebaran. Poteng jaje tujak ini terdiri dari 2 makanan yakni poteng atau tapai dan jaje tujak atau ketan. Sementara itu iwel adalah kue berbahan baku ketan hitam yang biasanya disajikan saat upacara tradisi masyarakat setempat. Makanani ini merupakan makanan penutup bagi masyarakat Lombok saat lebaran.
Sumber
Lombok juga memiliki pakaian tradisional yang disebut Lambung. Pakaian ini digunakan oleh kaum wanita yang memiliki warna hitam polos dan bagian lehernya berbentuk segitiga.. Konon, baju ini disebut baju lambung karena bagian bawahnya hanya sampai lambung atau perut. Ketika mengenakan baju lambung biasanya memasangkannya dengan selendang yang disampirkan di pundak. Setelah itu dibagian pinggang, mereka lilitkan kain yang disebut sabuk anteng. Selendang dan sabuk antengnya bercorak garis-garis dengan aneka warna. Untuk bawahannya mereka mengenakan kain tenun khas Sasak. Kain tenun ini anda bisa dapatkan di Desa Sukarara Lombok karena desa ini adalah penghasil kain tenun khas Lombok.
Sumber
Wassalamualaikum Wr. Wb

